Kantor Pos Besar Surabaya (Kantor Pos Kebonrojo).
Nama Resmi
Kantor Pos Besar Surabaya (Kantor Pos Kebonrojo).
Arsitek
G.P.J.M. Bolsius dari Departemen Burgerlijke Openbare Werken (BOW) Batavia.
Tahun
Dibangun mulai tahun 1926 dan selesai pada tahun 1928.
Fungsi Awal
Lahan dan bangunan aslinya berfungsi sebagai Kantor Kabupaten (Rumah Dinas Bupati Surabaya) sejak sekitar tahun 1800-an.
Gaya Arsitektur
Rasionalisme dengan ciri khas lengkung setengah lingkaran dan atap susun yang unik, memberikan kesan oriental sekaligus klasik.
Narasi Deskripsi Sejarah
Gedung Kantor Pos Kebonroj
o bukan sekadar fasilitas publik, melainkan artefak hidup yang merekam ambisi kolonial dan semangat revolusi. Di bawah kendali Hindia Belanda, gedung ini merepresentasikan kekuasaan administratif melalui sistem komunikasi yang terpusat. Keberadaannya di Regentstraat (sekarang Jalan Kebonrojo) menandai pusat birokrasi penting di Surabaya.
Namun, nilai sejarah paling heroik muncul pada masa revolusi. Gedung ini menjadi saksi ketangguhan pegawai pos pribumi yang berani merebut kembali kedaulatan komunikasi dari tangan Jepang pada Oktober 1945. Tak lama kemudian, gedung ini menjadi basis pertahanan dalam pertempuran sengit melawan Sekutu. Meski sempat menjadi markas sementara bagi tentara Sekutu, semangat “Arek-arek Suroboyo” berhasil memastikan bahwa gedung ini tetap tegak berdiri sebagai milik bangsa Indonesia hingga saat ini.
1800 – 1881
Berfungsi sebagai Kantor Kabupaten Surabaya dan kediaman resmi Bupati (Regent).
1881 – 1923
Dialihfungsikan menjadi gedung Hogere Burgerschool (HBS), sekolah menengah bergengsi untuk elit Eropa dan bangsawan pribumi.
1923 – 1926
Digunakan sebagai Markas Kepala Komisaris Polisi Surabaya (Hoofdcommissariaat van Politie).
1926 – 1928
Proses renovasi besar-besaran oleh G.P.J.M. Bolsius untuk mengubah fungsi bangunan menjadi Kantor Pos (Hoofdpostkantoor).
1945 (Oktober)
Direbut oleh pegawai PTT pribumi dari Jepang, namun sempat diduduki tentara Sekutu dan menjadi arena pertempuran sengit selama 27-29 Oktober.
1946 – Sekarang
Kembali beroperasi penuh sebagai kantor layanan pos hingga ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya berdasarkan SK Walikota Surabaya tahun 1996.
Sumber Referensi
- Dirgantara, S. (2021). Icon design of Surabaya historical building. Jurnal Titik Imaji, 4(2). https://journal.ubm.ac.id/index.php/titik-imaji/article/view/3269
- Asholiha, T. (2024, March). Mendobrak Sejarah Alun-Alun Surabaya. In SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN IPS” Transformasi Pendidikan IPS Menyongsong Era Society 5.0″ Diselenggarakan Oleh Universitas PGRI Palembang (Vol. 1, No. Maret). https://semnas.univpgri-palembang.ac.id/index.php/prosidingips/article/download/381/271
- Nashucha, Iliyin (2018) Inovasi Pelayanan PT. Pos Indonesia Di Era Ecommerce Dalam Meningkatkan Kualitas Jasa Pengiriman Yang Berdaya Saing (Studi Pada Kantor Pos Kebonrojo Surabaya 60000). https://repository.untag-sby.ac.id/934/
- Puspitasari, Novalinda, et al. “Pelestarian Bangunan Kantor Pos Besar Surabaya.” Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Universitas Brawijaya, vol. 5, no. 2, 2017. https://www.neliti.com/publications/116271/pelestarian-bangunan-kantor-pos-besar-surabaya
- Postkantoor te Soerabaja. (n.d.). https://digitalcollections.universiteitleiden.nl/view/item/788131?solr_nav%5Bid%5D=88dbda5be757a121fb33&solr_nav%5Bpage%5D=0&solr_nav%5Boffset%5D=0
- Postkantoor, Soerabaja. (n.d.). https://digitalcollections.universiteitleiden.nl/view/item/853849?solr_nav%5Bid%5D=88dbda5be757a121fb33&solr_nav%5Bpage%5D=0&solr_nav%5Boffset%5D=4
