Gedung Negara Grahadi.
Nama Resmi
Gedung Negara Grahadi.
Arsitek
Diederik ‘Dirk’ van Hogendorp (Pendiri awal) dan Herman Willem Daendels (Rekonstruksi besar)
Tahun
Dimulai pada tahun 1795.
Fungsi Awal
Rumah kebun atau rumah peristirahatan (Tuinhuis)
Gaya Arsitektur
Indische Empire Style (Gaya Imperium Hindia)
ARSITEK


Narasi Deskripsi Sejarah

Gedung Grahadi bukan sekadar monumen visual, melainkan simbol otoritas kolonial yang megah di Jawa Timur. Awalnya dibangun oleh Residen Dirk van Hogendorp untuk menikmati ketenangan Sungai Kalimas, gedung ini kemudian mengalami transformasi drastis di bawah instruksi Gubernur Jenderal Daendels. Daendels menerapkan gaya Empire Style yang berkiblat pada estetika istana Prancis untuk mencitrakan kewibawaan dan kemewahan kekaisaran.
Dalam konteks kolonialisme, Grahadi merepresentasikan puncak kontrol administratif. Di sinilah keputusan-keputusan penting diambil oleh para penguasa Belanda, mulai dari perayaan ulang tahun Ratu hingga fungsi pengadilan tinggi (Raad Van Justitie). Namun, signifikansi historisnya yang paling heroik muncul saat masa revolusi. Pada Oktober 1945, gedung ini menjadi lokasi perundingan antara Presiden Sukarno dan Jenderal Hawthorn. Tak kalah penting, pada 9 November 1945 pukul 23.00, Gubernur Soerjo melalui gedung ini secara tegas menolak ultimatum Sekutu untuk menyerah tanpa syarat, sebuah keputusan yang memicu Pertempuran 10 November yang legendaris.
1795
Dirk van Hogendorp membangun Tuinhuis menghadap ke utara (Sungai Kalimas) dengan biaya 14.000 ringgit
1802
Orientasi gedung diubah 180 derajat menjadi menghadap ke selatan (Jalan Simpang) seperti yang terlihat saat ini.
1808–1811
Masa rekonstruksi total oleh Daendels menjadi gaya Empire Style.
1928
Beralih fungsi dari rumah dinas Residen menjadi Rumah Dinas Gubernur Jawa Timur (Woning Gouverneur Oost-Java).
1942–1945
Masa pendudukan Jepang, digunakan sebagai kantor Syucokan (Gubernur Militer).
1945–1948
Gubernur RT Soerjo menjadi Gubernur Indonesia pertama yang mendiami gedung ini pasca-kemerdekaan
Era Modern
Digunakan sebagai gedung negara untuk menerima tamu kehormatan dan upacara nasional
2012
Gedung ditetapkan sebagai Cagar Budaya dan kini difungsikan sebagai museum serta ruang pameran seni.
Sumber Referensi
- Indrayana, Y. (2025, October 6). Gedung Negara Grahadi Surabaya: Nilai penting dan perubahan yang terjadi. Begandring. https://begandring.com/gedung-negara-grahadi-surabaya-nilai-penting-dan-perubahan-yang-terjadi/
- ALIM SAIFULLOH, Y., & HANAN PAMUNGKAS, Y. (2018). ARSITEKTUR KOLONIAL GAYA EMPIRE STYLE DI KOTA SURABAYA TAHUN 1900-1942. AVATARA E-Journal Pendidikan Sejarah, 6(3). https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/25362
- Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur. (2024). Laporan akhir: Kajian sejarah & identifikasi teknis BGCB Grahadi [Laporan]. https://dprkpck.jatimprov.go.id/docview/LAP%20AKHIR_Kajian%20Sejarah%20&%20Identifikasi%20Teknis%20BGCB%20Grahadi_OK_compressed.pdf
- Pemerintah Provinsi Jawa Timur. (2024). Gedung Negara Grahadi. INCar Jawa Timur. https://incar.jatimprov.go.id/jenis-cb/bangunan/detail/9ee6af76-696d-49f3-b549-5c367adb9b19
- Historical collective memory of grahadi to preserving inclusive cultural heritage for sustainable cities SDGs 11. (n.d.). https://www.researchgate.net/publication/401555070_Historical_collective_memory_of_grahadi_to_preserving_inclusive_cultural_heritage_for_sustainable_cities_SDGs_11
- Grahadi Building Surabaya. (n.d.). https://www.indonesia-tourism.com/blog/grahadi-building-surabaya/
